Ada kesalahan di dalam gadget ini

Save Palestine

Aksi Invasi Israel sudah keterlaluan (biadad), Hingga saat ini Korban invasi Israel yang menyerang rumah permukiman masjid di Gaza meningkat menjadi lebih 385 orang dan korban luka-luka mencapai 1750 orang, 300 di antaranya dengan kondisi parah. dan mengancurkan beberapa masjid bersejarah di Jalur Gaza

Selasa (30/12) dini hari kemarin pesawat Israel menghancurkan gedung kabinet Palestina yang menyebabkan 10 orang gugur syahid dan puluhan luka-luka. Serangan Israel juga dilakukan terhadap beberapa tempat lain.

Sejumlah Masjid yang telah hancur sama sekali oleh rudal Israel adalah, masjid Umar Ibnu Khottob di Gaza tengah, Masjid Al-Syifa di selatan Gaza, Masjid Al-Qossam di Khanyunis, Masjid Imad Akil di Gaza utara, Masjid Abu Bakar di Kamp pengungsian Jabalia, Masjid Istiqomah di Rafah dan Masjid Al-Abbasy

Serangan pesawat Israel dengan F16 menyerang barat Gaza City dengan sasaran gedung-gedung pemerintahan resmi dan pusat olahraga. Kurang dari tiga menit Israel melesatkan beberapa roket.

Saksi mata menyebutkan F16 Israel menyerang dengan sekitar 20 rudal besar ke gedung kabinet barat kota Gaza dan gedung olahraga Asy-Syams serta markas keamanan lama. Sumber menambahkan bahwa roket-roket Israel itu dilesatkan dalam kurang lima menit dan tidak mungkin ambulan datang ke tempat kejadian karena serangan yang sangat intens.

Dr. Basem Naem, menkes Palestina menegaskan bahwa korban serangan Israel sangat mungkin meningkat terutama 180 korban luka dalam kondisi parah dan banyak korban masih tertimbun di reruntuhan.

Dalam konferensi persnya Ahad sore kemarin (28/12) ia menegaskan bahwa udara Gaza diselimuti oleh kabut hitam dan pesawat Israel. Sementara bumi Gaza penuh dengan syuhada, korban luka-luka dan kehancuran di sana-sini.

Ia juga menegaskan bahwa telah terjadi penurunan persediaan obat-obatan dan layanan kesehatan yang bekerja di bagian unit gawat darurat. Bahkan ada 105 jenis obat, 225 jenis peralatan kesehatan dan 93 bahan khusus untuk lab semuanya persediannya nol.

Basem menegaskan bahwa 50 persen mobil ambulan tidak bisa dioperasikan karena sparepartnya tidak tersedia karena blokade dan kekurangan bahan bakar. Semuanya terjadi di tengah dunia yang bungkam.

Ia menegaskan, pasukan Israel menyerang lembaga-lembaga dan pusat layanan umum. Bahkan sejak awal yang diserang adalah lembaga sosial dan rumah-rumah penduduk.

Basem meminta kepada tim kesehatan Arab untuk segera pergi ke Gaza untuk memberikan bantuan kepada rakyat sipil.

Soal sejumlah korban yang dievakuasi keluar Gaza dan pernyataan sejumlah pejabat Arab yang tidak bertanggungjawab, ia menegaskan bahwa evakuasi bisa membahayakan karena kondisi luka sangat hebat. Karenanya, ia mengecam tindakan yang menyebabkan enam orang sipil Palestina yang gugur di Areys, Mesir.

Evakuasi akan dilakukan apalagi kondisi memungkinkan dan mobil ambulan Mesir harus memberikan bantuannya. Namun pihak Mesir menolak hal itu karena pertimbangan politik. Ia menegaskan bahwa sejumlah tim medis Arab siap pergi ke Gaza dan sebagian lagi masih berada di Mesir yang pemerintahannya melarang mereka pergi ke Gaza. Bahkan Mesir juga melarang bantuan medis Arab yang akan disalurkan ke Gaza.

Basem menyampaikan terimakasihnya kepada negara-negara yang memberikan bantuannya terutama Kepada Indonesia, Qatar, Saudi dan Libya. Ia meminta Mesir agar mempermudah sampainya bantuan ke Gaza dan membuka perlintasan untuk masuknya tim medis.


0 komentar:

Posting Komentar

link teman-teman

trik yuwiePhotobucket Banner Exchange

komentar terbaru !

 
Design By Jangkrik Free Template